Pemerintah Kota Bima Intensifkan Monitoring Distribusi Semen Pasca Kekosongan Stok di Tingkat Distributor
Kota Bima – Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama Bagian Ekonomi dan SDA Sekretariat Daerah Kota Bima melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap distribusi semen di salah satu distributor, PT Semen Tonasa, pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan ketersediaan pasokan semen sekaligus memantau perkembangan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan sektor konstruksi.
Sidak dipimpin oleh Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setda Kota Bima, Cahyadi, S.Pt., M.M., bersama jajaran, didampingi Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Diskoperindag Kota Bima, H. Sodik, S.Sos. Tim melakukan dialog langsung dengan pihak distributor guna memperoleh informasi terkait kondisi stok, distribusi, serta faktor-faktor yang memengaruhi harga semen di Kota Bima.
Berdasarkan keterangan pemilik distributor Semen Tonasa, selama bulan Mei hingga Juni 2026 pasokan semen dari pabrik tidak tersedia, sehingga distributor mengalami kekosongan stok selama hampir dua bulan. Pasokan baru kembali masuk pada Minggu, 12 Juli 2026, sebanyak 42.000 ton.
Meski demikian, pasokan tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan yang tertunda selama dua bulan terakhir. Tingginya permintaan menyebabkan antrean kendaraan pengangkut semen mencapai sekitar 60 unit truk di gudang distributor. Akibatnya, semen yang tiba dari pelabuhan tidak sempat disimpan di gudang karena langsung didistribusikan kepada para pelanggan yang telah menunggu.
Dari hasil pemantauan diketahui bahwa harga semen di tingkat distributor berada pada kisaran Rp72.000 per sak, sedangkan di tingkat toko dijual sekitar Rp75.000 per sak. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh tambahan biaya operasional yang timbul akibat antrean distribusi, seperti biaya angkut truk dan tenaga pengemudi.
Pihak distributor juga menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terjadi penyesuaian harga semen di tingkat produsen. Selain itu, meningkatnya biaya angkutan laut turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual semen hingga ke daerah.
Melalui kegiatan Sidak ini, Diskoperindag Kota Bima terus melakukan pemantauan terhadap distribusi barang strategis guna memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga di masyarakat. Pemerintah berharap pasokan semen dapat kembali normal pada akhir Juli 2026, sehingga distribusi menjadi lebih lancar, antrean truk dapat terurai, dan harga semen di tingkat konsumen berangsur kembali stabil.
Diskoperindag Kota Bima menegaskan akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan instansi terkait, untuk mengantisipasi potensi kelangkaan barang kebutuhan strategis serta menjaga iklim perdagangan yang sehat dan kondusif di Kota Bima.